Kamis, 05 Maret 2015
Ia memimpin Dolphin Browser untuk bisa menjadi market leader di pasar mobile browser di Indonesia dan ASEAN
Rabu, 04 Maret 2015
Buka rahasia buah Manggis
Manggis merupakan buah asli Indonesia, yang sempat tergerus kehadirannya oleh buah-buah import yang membanjiri pasaran. Padahal, buah berkulit ungu ini digelari ratu buah-buahan karena nutrisinya yang tinggi dan rasanya yang manis cenderung asam ini. Kini, buah manggis kembali naik daun karena khasiatnya dipercaya mampu mencegah penyakit kanker.
Yuk, cek nutrisi apa saja yang terkandung dalam buah mungil ini.
Tinggi serat
Sedang menjalani diet? Buah manggis wajib dimasukkan dalam menu Anda sehari-hari. Selain rendah kalori, buah berdaging putih ini kaya serat yang bagus bagi saluran pencernaan. Bonusnya lagi, manggis tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol yang buruk bagi jantung.
Kaya vitamin C
Saat terjadi perubahan musim, biasanya tubuh gampang sekali terserang sakit flu. Mengonsumsi buah manggis secara rutin, memenuhi kebutuhan vitamin C per hari. Sistem imunitas tubuh terhadap virus penyakit jadi meningkat dan terhindar dari sakit flu. Manggis juga tinggi kandungan antioksidan xanthones, yang ampuh melawan radikal bebas, sehingga dipercaya dapat mencegah penyakit kanker.
Sumber vitamin B
Selain kaya vitamin C, buah manggis juga menjadi sumber vitamin B kompleks, seperti thiamin, niacin, dan folat. Ketiga vitamin tersebut membantu tubuh mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Folat juga dikenal penting bagi perkembangan janin dan regenerasi sel-sel tubuh.
Dalam ukurannya yang kecil, buah manggis mengandung variasi mineral yang cukup banyak, misalnya zat besi, mangan, magnesium, dan potasium. Zat-zat tersebut membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah, sehingga mencegah tubuh mengalami stroke dan jantung koroner.
Selain enak dimakan langsung, dagingnya yang manis dan berair juga cocok dinikmati dalam bentuk jus atau ditambahkan dalam salad buah favorit Anda. Pilihlah manggis yang berkulit mulus dan berwarna ungu muda, ini menandakan buah matang sepenuhnya. Kulitnya yang rusak membawa rasa pahit ke dalam dagingnya, sedangkan warna kulit buah yang ungu tua dan kering menandakan buah manggis sudah terlalu tua.
Nah, sudah tidak ragu lagi kan mengonsumsi buah manggis setiap hari. Segera masukkan buah ini dalam menu Anda sehari-hari ya
Minggu, 01 Maret 2015
Surat-surat Nabi Muhammad SAW
Tapi Islam adalah agama terbuka dan bisa menerima budaya. Contohnya setalah wafatnya Nabi SAW, para sahabat mulai mengumpulkan Al-Qur’an dari penghapal penghapal agar mu’jizat Nabi itu tidak putus dan habis sepeninggalan mereka atau sehabis para penghapal itu wafat. Maka terbentuklah “lajnah” untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan ini tentu memerlukan waktu dan tenaga luar biasa. Setelah terkumpul mulailah mereka menulis demi untuk menjaga keselamatan Al-Qur’an dari tangan tangan kotor dan memeliharanya agar tetap bersih, murni dan terjaga “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” al-Hijr 9.
Begitu pula hadist hadist Nabi SAW yang diriwayatkan atau disampaikan dengan lisan memiliki kedudukan yang lebih kuat daripada riwayat yang disampaikan dengan tulisan. Walaupun demikian, Islam adalah agama terbuka dan menerima budaya yang datang dari luar, atau menerima cara orang lain selama budaya dan cara mereka itu baik tidak keluar dari rel-rel syariat Allah. Contohnya adalah pengumpulan Al-Quran dan hadist-hadist Nabi SAW, pembuatan surat surat Nabi SAW yang dikirim kepada raja-raja dan penguasa penguasa dunia setelah Islam mulai kuat di Madinah dan mulai berkembang luas ke seluruh penjuru.
Banyak budaya dan cara orang lain masuk ke dunia Islam dan diterima semasih budaya dan cara itu bisa diterima kebenaranya. Contohnya setelah Rasulallah SAW membuat surat surat kepada raja-raja dan penguasa penguasa dunia mengajak mereka masuk ke agama Islam, salah seorang sahabat mengatakan bahwa orang-orang kafir tersebut tidak mau menerima surat surat tanpa distempel lebih dahulu, maka Nabi SAW memerintahkan para sahabat untuk membuatkan baginya stempel. Kemudian dibuatlah stempel berupa cincin yang berukiran kalimat “Muhammad Rasulullah“. Stempel ini dikenakan Nabi SAW di tangan kanan beliau sampai beliau wafat.
Semua surat-surat Nabi SAW yang dikirim kepada raja dan penguasa dunia disambut dengan baik dan sangat dihargai sekali oleh mereka kecuali surat beliau yang dikirim kepada Kisra atau Khosrau II (Penguasa Persia). Setibanya surat beliau dan sehabis dibaca surat beliau dirobek-robek oleh Khosrau. Rasulallah berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.
Kalau kita membaca isi surat surat Nabi SAW yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulallah SAW adalah seseorang yang ahli berdeplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.
Di bawah ini terlampir 4 surat Nabi saw:
Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia):

Isi surat:
Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.
Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi):

Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64
Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia):

Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.
Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir):

Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.
Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi SAW, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi SAW dan menjadi istri beliau, darinya Rasulallah SAW mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim AS. Dan budak kedua adiknya sendiri Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dinikahi Hassan bin stabit RA, sastrawan unggul pada zaman Nabi SAW. Hadiah kedua berupa kuda untuk tunggangan beliau.
Selasa, 27 September 2011
Mendadak Kaya Setelah Mengadopsi Anak Yatim
Masih terngiang-ngiang ucapan dari seseorang yang kami banggakan beliau pernah berpesan "Suatu saat nanti jika kamu sudah berlebih materi cobalah lihat disekelilingmu jika masih ada keluarga yang memerlukan uluran tanganmu lakukanlah sesuatu" beliau tidak hanya memberi pesan. Dalam kehidupannya beliau sudah memiliki sebelas anak kandung, Alhamdulillah beliau juga mengasuh anak yatim.
Sumber : http://maudfjerukmacan.blogdetik.com/2011/03/15/mendadak-kaya-setelah-mengadopsi-anak-yatim/
Senin, 31 Januari 2011
Karakter Manusia
January
February
March
April
May
Juny
July
August
September
October
November
December
(Rhea Thomas)
Minggu, 09 Januari 2011
How To Improve Your Brain
How To Improve Your Brain
- 1. Convince yourself that you do have a good memory that will improve. Too many people get stuck here and convince themselves that their memory is bad, that they are just not good with names, that numbers just slip out of their minds for some reason. Erase those thoughts and vow to improve your memory. Commit yourself to the task and bask in your achievements — it’s hard to keep motivated if you beat yourself down every time you make a little bit of progress.
- Keep your brain active. The brain is not a muscle, but regularly “exercising” the brain actually does keep it growing and spurs the development of new nerve connections that can help improve memory. By developing new mental skills—especially complex ones such as learning a new language or learning to play a new musical instrument—and challenging your brain with puzzles and games you can keep your brain active and improve its physiological functioning.
- Exercise daily. Regular aerobic exercise improves circulation and efficiency throughout the body, including in the brain, and can help ward off the memory loss that comes with aging. Exercise also makes you more alert and relaxed, and can thereby improve your memory uptake, allowing you to take better mental “pictures.”
- Reduce stress. Chronic stress, although it does not physically damage the brain, can make remembering much more difficult. Even temporary stresses can make it more difficult to effectively focus on concepts and observe things. Try to relax, regularly practice yoga or other stretching exercises, and see a doctor if you have severe chronic stress.
- Eat well and eat right. There are a lot of herbal supplements on the market that claim to improve memory, but none have yet been shown to be effective in clinical tests (although small studies have shown some promising results for ginkgo biloba and phosphatidylserine). A healthy diet, however, contributes to a healthy brain, and foods containing antioxidants—broccoli, blueberries, spinach, and berries, for example—and Omega-3 fatty acids appear to promote healthy brain functioning. Feed your brain with such supplements as Thiamine, Vitamin E, Niacin and Vitamin B-6. Grazing, eating 5 or 6 small meals throughout the day instead of 3 large meals, also seems to improve mental functioning (including memory) by limiting dips in blood sugar, which may negatively affect the brain.
- Take better pictures. Often we forget things not because our memory is bad, but rather because our observational skills need work. One common situation where this occurs (and which almost everyone can relate to) is meeting new people. Often we don’t really learn people’s names at first because we aren’t really concentrating on remembering them. You’ll find that if you make a conscious effort to remember such things, you’ll do much better. One way to train yourself to be more observant is to look at an unfamiliar photograph for a few seconds and then turn the photograph over and describe or write down as many details as you can about the photograph. Try closing your eyes and picturing the photo in your mind. Use a new photograph each time you try this exercise, and with regular practice you will find you’re able to remember more details with even shorter glimpses of the photos.
- Give yourself time to form a memory. Memories are very fragile in the short-term, and distractions can make you quickly forget something as simple as a phone number. The key to avoid losing memories before you can even form them is to be able to focus on the thing to be remembered for a while without thinking about other things, so when you’re trying to remember something, avoid distractions and complicated tasks for a few minutes.
- Create vivid, memorable images. You remember information more easily if you can visualize it. If you want to associate a child with a book, try not to visualize the child reading the book – that’s too simple and forgettable. Instead, come up with something more jarring, something that sticks, like the book chasing the child, or the child eating the book. It’s your mind – make the images as shocking and emotional as possible to keep the associations strong.
- Repeat things you need to learn. The more times you hear, see, or think about something, the more surely you’ll remember it, right? It’s a no-brainer. When you want to remember something, be it your new coworker’s name or your best friend’s birthday, repeat it, either out loud or silently. Try writing it down; think about it.
- Group things you need to remember. Random lists of things (a shopping list, for example) can be especially difficult to remember. To make it easier, try categorizing the individual things from the list. If you can remember that, among other things, you wanted to buy four different kinds of vegetables, you’ll find it easier to remember all four.
- Organize your life. Keep items that you frequently need, such as keys and eyeglasses, in the same place every time. Use an electronic organizer or daily planner to keep track of appointments, due dates for bills, and other tasks. Keep phone numbers and addresses in an address book or enter them into your computer or cell phone. Improved organization can help free up your powers of concentration so that you can remember less routine things. Even if being organized doesn’t improve your memory, you’ll receive a lot of the same benefits (i.e. you won’t have to search for your keys anymore).
- Try meditation. Research now suggests that people who regularly practice “mindfulness” meditation are able to focus better and may have better memories. Mindfulness (also known as awareness or insight meditation) is the type commonly practiced in Western countries and is easy to learn. Studies at Massachusetts General Hospital show that regular meditation thickens the cerebral cortex in the brain by increasing the blood flow to that region. Some researchers believe this can enhance attention span, focus, and memory.
- Sleep well. The amount of sleep we get affects the brain’s ability to recall recently learned information. Getting a good night’s sleep – a minimum of seven hours a night – may improve your short-term memory and long-term relational memory, according to recent studies conducted at the Harvard Medical School.
- Build your memorization arsenal. Learn pegs, memory palaces, and the Dominic System. These techniques form the foundation for mnemonic techniques, and will visibly improve your memory.
- Venture out and learn from your mistakes. Go ahead and take a stab at memorizing the first one hundred digits of pi, or, if you’ve done that already, the first one thousand. Memorize the monarchs of England through your memory palaces, or your grocery list through visualization. Through diligent effort you will eventually master the art of memorization.(Funzug)
Senin, 03 Januari 2011
AGAR CITA-CITA KITA TERWUJUD
AGAR CITA-CITA KITA TERWUJUD
Namun ada yang diam-diam namun pasti diantara mereka menanam pohon sendiri dari biji yang suci hanya ingin mengharap Ridho Ilahi, dengan harapan kelak dikemudian hari tumbuh menjulang tinggi memenuhi tuntutan gizi seluruh penduduk negeri ini.
Sahabat, di awal tahun baru ini mari kita awali dengan menanam benih-benih kebajikan, benih-benih amal shaleh moga kelak di akhir tahun atau di akhir hayat nanti kita sudah tinggal menikmati.
Tak akan ada yang tumbuh atau berbuah dimasa yang akan datang jika hari ini kita tidak pernah menanam.
Apa yang harus kita tanam hari ini dan apa pula buah yang akan petik kelak ? Rosulullah SAW memberi arahan kepada kita agar menjadi seperti yang kita cita-citakan, berikut ini
Seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah S.A.W , Dia berkata : 'Aku ingin menjadi seorang Ulama’ (orang yang memiliki kedalaman ilmu).
Baginda S.A.W menjawab : 'Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi Ulama’
Dia berkata : Aku ingin menjadi orang paling kaya
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri sendiri maka engkau akan jadi orang paling kaya
Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab: Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia
Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang paling baik
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia
Dia berkata : Aku ingin menjadi orang yang istimewa di sisi Allah
Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan dzikrullah niscaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah
Dia berkata : Aku ingin disempurnakan imanku
Baginda S.A.W menjawab : Baikkanlah akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna
Dia berkata : Aku ingin termasuk dalam golongan mereka yang taat
Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajiban yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat
Dia berkata : Aku ingin berjumpa Allah dalan keadaan bersih dari dosa
Baginda S.A.W menjawab : Banyaklah beristighfar niscaya niscaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci dari dosa
Dia berkata : Aku ingin menjadi semulia-mulia manusia
Dia berkata : Aku ingin menjadi segagah-gagah manusia
Baginda S.A.W menjawab : Senantiasa berserah diri (tawakkal) kepada Allah niscaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia
Dia berkata : Aku ingin dimurahkan rezeki oleh Allah
Baginda S.A.W menjawab : Senantiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadast ) niscaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu
Dia berkata : Aku ingin termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya
Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Allah dan RasulNya
Dia berkata : Aku ingin diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat
Dia berkata : Aku ingin diterima segala permohonanku
Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram niscaya segala permohonanmu akan diterimaNya
Dia berkata : Aku ingin agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
Baginda S.A.W menjawab : Tutupilah keburukan orang lain niscaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat
Dia berkata : Siapa yang selamat dari dosa?
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang senantiasa mengalirkan air mata penyesalan, mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan
Dia berkata : Apakah kebaikan terbesar di sisi Allah?
Baginda S.A.W menjawab : Baik budi pekerti, rendah diri dan sabar menghadapi cobaan Allah
Dia berkata : Apakah kejahatan terbesar di sisi Allah?
Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan
Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ?
Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi dan menghubungkan persaudaraan
Dia berkata: Apakan yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat?
Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah
Mari kita tanam benih-benih kebajikan diawal bulan dan tahun ini dengan Sedekah sebanyak yang kita mampu.



